Tampilkan postingan dengan label pembina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pembina. Tampilkan semua postingan

Pramuka Menyediakan Sasaran Anggota Muda untuk Diperjuangkan

Setiap aktivitas manudia diarahkan pada pencapaian sasaran, bahkan ketika tidak dengan sengaja dimaksudkan untuk seperti segala sesuatu yang kita lakukan, pendidikan memiliki sasaran. Akan tetapi, tidak seperti aktivitas rutin yang kita mungkin memiliki sasaran tetapi akan tidak merasa perlu mengkhususkan diri untuk mengkhususkannya, kita tidak dapat mendekati aktivitas pendidikan tanpa secara jelas mendefinisikan sasaran yang ingin dicapai.
Sebagai tambahan, proses pendidikan tidak hanya memiliki sasarannya sendiri, tetapi juga meminta orang-orang yang berpartisipasi di dalamnya untuk mencapai sasaran pribadi yang khusus, membuat upaya sadar untuk mengembangkan model perilaku yang memungkinkan mereka untuk tumbuh. Semua itu merupakan upaya sadar untuk mencapai sasaran pribadi yang membuat prosesnya benar-benar bersifat edukatif.
Dalam Pasukan Penggalang, kita memiliki seperangkat sasaran yang dirancang sebagai jaringan yang ditawarkan kepada Anggota Muda. Sasaran-sasaran pendidikan tersebut memiliki arah, sebagai berikut:

  • Mengembangkan semua dimensi kepribadian
  • Menetapkan kerangka sasaran yang dapat dicapai oleh setiap Anggota Muda yang searah dengan usia dan karakter individual
  • Berfungsi sebagai dasar untuk mengetahui pertumbuhan pribadi Anggota Muda
(Diposting dari: Handbook For Leader Of The Scout Section)

Tugas Pembina Pramuka

Seperti yang saya ungkapkan sebeluumnya, keberhasilan dalam melatih anak-anak lebih banyak bergantung kepada kemampuan Pembina Pramuka untuk memberikan keteladanan. Adalah hal yang muda untuk menjadi idola sama seperti seorang adik terhadap kakaknya. Seiring bertambahnya usia, kita cenderung melupakan pengidolaan pahlawan yang ada dalam diri anak-anak. Secara pribadi, saya ingat bahwa saat bersekolah saya pernah berkelahi dengan anak laki-laki lain hanya karena saya tidak mau menerima pengidolaan abadi anak yang kami perdebatkan, tapi keadaan fisik pada ujung jarinyalah yang menjadi perbedaan. Bahan perdebatan kami adalah apakah Henry Irving memiliki jari lebih runcing atau tidak.
Pembina Pramuka yang merupakan idola bagi anak-anaknya memegang tugas yang kuat untuk pengembangan mereka dan di waktu bersamaan mempunyai tanggung jawab yang besar di pundaknya. Anak-anak itu cukup cepat untuk melihat karakteristik terkecil pada pembinanya apakah itu sifat baik ataupun buruk. Perangainya menjadi perangai mereka, sopan santunnya, kejengkelannya, cerahnya kegembiraan, ataupun ketidaksabarannya, kedisiplinannya, ataupun sikap moralnya tidak selalu mereka perhatikan tapi diadopsi secara langsung oleh mereka.
Oleh karena itu, untuk membawa mereka mematuhi Darma pramuka dan segala konsekuensinya, Pembina Pramuka secara pribadi harus dengan cermat mematuhi Darma Pramuka tersebut dalam semua sisi hidupnya. Dengan sedikit instruksi kata-kata, anak-anak itu pun akan mengikutinya.

(Diposting dari : AIDS TO SCOUTMASTERSHIP by BADEN POWELL)

Apa yang Pramuka dan Bukan Pramuka

APA YANG BUKAN KEPRAMUKAAN
Pengalaman di berbagai bidang memperlihatkan bahwa ada beberapa hal yang harus dihindari dalam melaksanakan kepramukaan, agar kita tidak terjebak pada komersialisasi atau kemacetan memasuki suatu kanal buntu yang tidak akan pernah membawa kita menuju laut bebas.
Ada beberapa hal yang berbeda dengan yang dimaksudkan oleh kepramukaan:
  • Kepramukaan bukanlah suatu organisasi penyandang dana yang harus dijalankan di masyarakat untuk kebaikan anak-anak miskin.
  • Kepramukaan bukanlah suatu sekolah yang memiliki kurikulum yang jelas dan pengujian baku.
  • Kepramukaan bukanlah suatu brigade untuk melatih sifat kejantanan kepada anak laki-laki maupun perempuan.
  • Kepramukaan buka suatu agen pesanan untuk kesenangan publik.
  • Kepramukaan bukan pula untuk gagah-gagahan tentang keberhasilan yang telah dicapai dengan didapatkannya tanda jasa, lencana, medali, dll.
Semua hal tersebut di atas munculnya dari pandangan orang luar, padahal pelatihan pramuka semua datang dari dalam.

APA YANG MERUPAKAN KEPRAMUKAAN
Kepramukaan adalah suatu "permainan" di mana pembina putra atau pembina putri dapat memberikan lingkungan yang sehat kepada adik-adik anggota pramuka dan telah mendorong mereka melakukan kegiatan-kegiatan yang sehat, yang dapat membantu mereka mengembangkan sifat kewarganegaraan yang baik.
Daya tarik kepramukaan yang paling kuat adalah melalui Belajar Melalui Alam dan Ketrampilan. Jiwa kepramukaan berhubungan dengan individu, bukan dengan kelompok. Kepramukaan meningkatkan daya intelektual sekaligus jasmani, atau kualitas moral secara alami.
Semula kepramukaan dimaksudkan untuk meraih tujuan akhir ini - kini melalui berbagai pengalaman kita tahu bahwa, manakala dilaksanakannya dengan tepat, kepramukaan dapat meraih hal tersebut.

(diposting dari AIDS TO SCOUTMASTERSHIP by BADEN-POWELL)

Entri Populer